Search

Jumat, 03 Oktober 2014

Membumikan Sikap Tabayyun

Judul diatas tidak asing ditelinga kita, mengingatkan saya akan urgernsi tabayyun.

Dari aspek bahasa, kata tabayyun memiliki 3 pengertian yang berdekatan seperti berikut:

1)        Mencari kejelasan suatu masalah hingga tersingkap dengan jelas kondisi yang sebenarnya.
2)        Mempertegas hakikat sesuatu.

3)        Berhati-hati terhadap sesuatu dan tidak tergesa-gesa.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (الحجرات : 6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs. Al Hujurat: 6)

Fenomena kejadian di sekolah membuat saya teringat pentingnya tabayyun yang selalu diutamakan ketika ada permasalah di kampus ketika aktif di ldk. Ada saja kesalah fahaman menimbulkan tidak nyaman dalam wadah apalagi instansi.
Tabayyun harus dimasyarakatkan, di perkenalkan kepada orang-orang terdekat kita, sering kali pembicaraan beredar luas dan multitafsir.
Maka jika sudah seperti itu, alangkah baiknya kumpulkan yang bersangkutan, jangan selalu jadi pendengar kesekian, karena biasanya ada kata-kata tambahan atau pengurangan yang tidak lagi sampai maksud aslinya apalagi perkara permasalahan antar individu. Cek &croscek dari sumbernya sangat penting supaya tidak timbul su'udzan dan fitnah.

In syaa allah semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mentabayyunkan setiap permasalahan/info yang datang dan selalu mengembalikan semua perkara kembali kepada Allah.

SEMAKIN ISTIKHARAH


Bissmillaah

Subhanallah, alhamdulillaah.. perkara istikharah, melibatkan Allah dalam hal apa pun termasuk ketika dalam proses ta'aruf menuju pernikahan. Teringat akan kutipan., tidak akan rugi orang yang istikharah. Jawaban demi jawaban mulai tampak, tidak terduga sebelumnya, semua terasa cepat dan dipercepat... alhamdulillaah lancar tiap prosesnya. Berkahilah Yaa Rabb... jangan melambat-lambatkankan proses ta'aruf, ulur dan diulur... khawatir banyak madhorotnya. Jika semuanya sudah jelas, kedua keluarga sudah saling kenal... tinggal menentukan jadwal segerakan datangi pihak keluarga perempuan. In syaa allah jika perempuan faham ada laki-laki yang mempunyai niat baik pasti akan diberi kesempatan untuk mengenalnya. Jika laki-laki itu sholeh, baik agamanya, baik keluarganya. In syaa allah pihak keluarga perempuan akan membukakan.
Selalu ikatkan terus hati dengan allah,

BICARA TENTANG JODOH

Kultwit: Bicara tentang jodoh
oleh Ust. Fauzil Adhim

1. "Saya telah temukan jodoh saya, tapi belum bisa menikah karena masih kuliah." | Bro, itu bukan jodoh selagi belum terikat pernikahan.

2. "Apa yang harus saya lakukan untuk mengikat jodoh saya agar tidak menjadi jodoh orang lain?" | Gawat. Anak orang jangan diikat, Bro.

3. Wah, sepertinya perlu ada install ulang pemahaman tentang jodoh. Kita tertarik sama seseorang, bukan berarti menemukan jodoh kita.

4. "Afwan, ane sudah punya azzam untuk menikah dengan jodoh ane." | Sebelum ijab-qabul, kita tak dapat memastikan dia jodoh kita.

5. Bahkan semenit sebelum ijab-qabul, masih sangat mungkin takdir berkata lain. Sudah khitbah bukan berarti dia telah halal buat ente.

6. Apalagi kalau baru mengincar, apa pun istilahnya: azzam, komitmen, dll. Sama sekali belum dapat dibilang jodoh. Masih jauh....

7. " Apa yang harus ane lakukan untuk menjaga dia agar tak diambil orang?" | Ya, nikah segera. Sebelum nikah, walinya yang punya hak.

8. "Tapi ane sangat yakin dia jodoh ane." | Kalau memang jodoh, pasti akan ketemu. Kenapa bingung? Menikahlah dengan jalan yang barakah.

9. "Saya sudah mantap dia yang akan jadi jodoh saya karena saya sudah mimpi beberapa kali ketemu dia?" | Mimpi yang benar atau أضغاث أحلام?

10. Jika itu mimpi yang benar, jangan kotori dengan menunda-nunda dan mengangan-angankan dia. Pastikan dengan melamarnya. Segerakan nikah.

11. Atau jangan-jangan itu mimpi yang kosong alias dusta (أضغاث أحلام). Ente mimpi karena sering membayangkan atau pikirkan dia siang malam.

12. "Bagaimana agar Allah takdirkan orang yang saya sukai sebagai jodoh terbaik saya?" | Aduh, cita-cita rendah banget? Minta yang terbaik.

13. Yang menurut ente terbaik, boleh jadi terburuk. Lagipula, kok bisa-bisanya sih ente merasa lebih tahu dibanding Allah Yang Maha Tahu?

14. "Apa amalan yang sebaiknya saya baca agar cepat dapat jodoh?" | Belajarlah ridha terhadap takdir Allah. Yang terpenting bukan cepatnya.

15. Jodoh cepat datang tapi tidak barakah, hanya airmata yang menghiasi rumah-tangga. Segerakan, tapi jangan tergesa-gesa.

16. "Saya ingin amalan biar kalau jodohnya lambat, jadi cepat. Kalau Allah nggak takdirkan dapat jodoh, bisa dapat jodoh. Berapa kali >>

17. >> saya harus baca shalawat tiap hari? Apa saja yang dapat saya lakukan untuk percepatan jodoh?" | Astaghfirullah. Buruk sekali sikap >>

18. >> kita terhadap Allah Ta'ala. Memangnya ente kira bisa suap Allah Ta'ala? Memangnya ente kira Imam Nawawi rahimahullah kurang ibadah >>

19. >> dan jarang baca shalawat sehingga tak bertemu jodoh sampai beliau meninggal? Jangan begitu. Sungguh, jangan begitu.

20. Ente yakin Islam ini sempurna? Ikuti yang jelas petunjuknya! Ada nash yang kuat. Itu garansi kalau benar-benar dari ajaran Islam.

21. Ente yakin Allah Ta'ala Maha Bijaksana? Belajarlah bertawakkal. Belajarlah ridha kepada ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala.

22. Jangan jadikan diri sendiri sebagai ukuran baik tidaknya sesuatu. Padahal kita sangat tidak tahu apa yang sungguh-sungguh terbaik.

23. "Apa yang harus saya amalkan tiap hari agar jodoh datang pada waktu yang saya inginkan dan punya anak sesuai waktu yang saya harapkan?"

24. Baca Al-Qur'an. Baca! Kapan Allah Ta'ala anugerahkan putera bernama Yahya kepada Nabi Zakariya? Lambat punya anak, tapi penuh barakah,

25. Lagipula, Allah Ta'ala yang mengikuti kita atau kita yang harus tunduk kepada Allah Ta'ala sepenuh hati sepenuh jiwa? Renungi deh....

26. Banyak-banyaklah berdo'a. Yakin kepada Allah Ta'ala. Pasrah kepada-Nya. Tapi jangan melampaui batas dalam berdo'a

Rabu, 01 Oktober 2014

Pertemuan ke dua

Bissmillaahirrahmanirrahiim

Pertemuan kedua dengannya Selasa, 30 sep 2014, kemarin selasa juga. (Baru ngeuh)

Sebelumnya itu, ketika pertama kali diprtemukan hari selasa 23 sept 2014 dan saya mengusahakan tidak menghindar seperti biasanya haha (pengalaman sebelumnya jangan dicontoh harusnya hadapi) dulu mungkin karena belum siap dan bukan takdir untuk dipertemukan..  alhamdulillah kesan awal baik. Pertemuan pertama dan kedua terkesan cepat.
Malahan sebelumnya saya bilang kasih waktu 1 pekan untuk istikharah dan ternyata belum satu pekan alhamdulillah dia berani bertemu orang tua didampingi suami guru di tempat kerjaku yang mepertemukan kami.

Subhanallah, alhamdulillaah..
Kanget pisan... tidak direncanakan, tiba-telfon ada diluar. Saya kira Bu Nur dan suaminya ada yang mau dibicarakan.
Di rumah bareng adik dan saudara sedang kerjakan tugas. Ok saya hadapi .. mencoba menenangkan, menguasai diri, bissmillaah. Obrolan ringan sambil menunggu bapa pulang dari masjid, alhamdulillaah akhirnya bertemu bapa setelah menunggu sekitar 40 menit lebih munhkin :D hapunten.

Penghargaanku, dia berani bertemu orang tuaku (y) dalam rangka silaturrahim. :)

Hatur nuhun. Hapunten panampianna bilih teu nyugemakeun.

Bissmillah untuk proses berikutnya :)
Allohumma baariklana.
Bimbing selalu Yaa Rabb

Rabu, 24 September 2014

Bekahi Yaa Rabb

Ujung penantianku :)
Bermula dari dikenalkan, antara merespon dan tidak, inilah jalannya tak terduga sebelumnya.. diantara sholat istikharahku apa ini jawabannya.. tak tertarik dengan pembicaraan bertema yang satu ini sebetulnya. Allah Maha Baik selalu memberi kesempatan lewat orang-orang yang care, perhatian. Mencoba membuka hati, memberi kesempatan kepada yang serius menjalani bahtera hidup.
Ingin bermula lewat proses yang baik penuh berkah tanpa iming2 pacaran dan sejenisnya. Cukup yang dapat dijadikan teladan, qolbun salim, taat kepada Allah. Tidak merokok .. nilai plus, kerja keras, tujuan yang jelas.

Yakin rezeki itu Allah yang atur, tidak perlu dikhawatirkan. Ikhtiar.. ikhtiar.. ikhtiar

Ok.. Saatnya menata hati, harus tetap ditata.  Istigfar... selalu istigfar

Sebelum akad.. masih belum halal
Maka terus luruskan niat.

Tetap kan menjaga hati, diri, niat, sebelum dia datang.

Apakah dia? Yaa Rabb jika dia memang jodohku baik untuk agamaku, baik untukku maka dekatkanlah, lancarkan, berkahi yaa rabb. jika bukan maka lapangkanlah hatiku dan berikan selalu kesabaran.

Kamis, 04 September 2014

Catatan Seorang Pegawai

Bissmillaah

Menyelesaikan tugas merupakan salah satu bentuk tanggung jawab kita kepada institusi, memang sangat sempit mungkin tugas diselesaikan dengan alasan rasa tanggung jawab, takut ini dan itu.

Kembali direnungi, jika hanya tanggung jawab dan jika tidak selesai tepat waktu akan menjadi beban.
Update niat... melaksanakan tugas, bukti melaksanakan tugas, bukti tanggung jawab memang benar adanya. Luruskan niat... sudah menjadi tugas dan akan dipertanggungjawabkan tidak hanya kepada atasan, kepala, tapi lebih dari itu .... Astagfirullohal'adziim

Maka amat disayangkan jika pekerjaan-pekerjaan yang seharusnya mengemban amanah yang mulia disisipi dengan hal-hal, perbuatan-perbuatan kita yang secara tidak sadar menjadi amat disayangkan.

Saya salut dengan orang-orang yang teguh pada pendirian tetap dengan koridor islam tetap dipegang ditengah-tengah huru hara zaman sekarang. Mereka menjadi power, memiliki value.

Kadang jika kita ada ditengah-tengan orang-orang yang tidak sesuai dengan pemikiran kita maka biasanya akan tergusur mau tidak mau mengikuti aturan itu. Jiwa pemberani sangat diperluakan disini.. berani mengungkapkan mana yang benar dan salah, berani menegur dan kembali meluruskan, berani ambil keputusan, berani ambil sikap, berani ..........

Semoga setiap langkah selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah swt. Aamiin 

Selasa, 02 September 2014

Antara Lisan & Remnya

Ungkapan mengatakan jika lidah tidak bertulang, lebih tajam mulut di banding pisau. Mulutmu harimaumu, diam itu emas.

Tidak semua pembicaraan musti diungkapkan, bulan pun meskpun sabit tetap indah meski tidak ditampakkan seutuhnya.

Batasan itu perlu, apalagi menyangkut orang lain, jika mulut ini tidak terjaga bisa timbulkan su'udzan/ buruk sangka terhadap orang lain, dan berujung fitnah.

Fikirkan terlebih dahulu apa yang mau diungkapkan. Jangan sampai timbul aib orang lain sehingga melebar dan luas.
Jika kita menjaga aib saudaranya maka Allah akan menjaga aib kita.

Ada ungkapan yang mengatakan, orang yang senang membicarakan aib saudaranya bagaikan seprti memakan bangkai saudaranya sendiri.. na'udzubillaahimindzalik

Jika tidak bisa membahagiakan orang lain maka jangan sakiti hatinya.
Berbicara yang baik tau diam...

Bersihkan hati, fikiran, lisan, perbuatan.
Kita berada dingkungan keluarga yang memiliki adik apalagi masih kecil, lingkungan masyarakat apalagi berprofesi sebagai guru, maka tingkah lakunya harus menjadi contoh dan teladan. Karena setiap perbuatan kita pasati ada yang ditiru oleh anak didiknya atau adiknya, maka hati-hati dengan lisan perbuatan kita. Pilihannya, apakah kita mau memberikan contoh yang baik dan akan di ikuti anak didiknya dan adiknya  atau sebaliknya yang akan terus dilakukan sampai besar dan akan diikuti sampai besar.

Tidak hanya itu, didunia ini apa yang mau kita wariskan ? minimal perbuatan baik kita yang dicontoh dan akan terus diamalkan oleh anak cucu kita.

Ingat andil kita terhadap perubahan dimulai dari hal terkecil.

Wallahu'alam