Search

Sabtu, 04 Oktober 2014

Tetap ke Habib, (Cerita Perjalanan Pulang)

Sabtu, 4 Oktober 2014

Masjid Raya Habiburrahman orang-orang menyebutnya masjid habib. Lokasi Jl. Padjajaran-Husein.

Ada apa dengan habib ?
Meskipun besok idul Adha, in syaa allah saya dan kawan-kawan pergi ke habib pulang besok pagi usai sholat id.

Ahad, 5 Oktober 2014

Rencana awal itu sholat id di habib, setelah diskusi ... jalanan usai id pasti macet, persiapan pemotongan hewan kurban ... rariweuh pokina mah.. dipastikan pulang telat. Akhirnya saya dkk memutuskan pulang ba'da sholat subuh dengan kondisi siap dan sudah rapi...

Kondisi dijalan pajajaran, merdeka dan seterusnya kosong..... baru kali ini kecepatan nyampe 80-90 km/jam  kondisi ngendarai sangat jauh #.#
Lalu ketika belokan ke buah batu yang keluarnya dari hotel horison itu di perboden ternyata ... ada 3 pilihan belok kiri, kanan atau kembali lagi ??? Saya memutuskan belok kanan.... lumayan rada ribet soalnya baru melewati jalan tersebut, hikmahnya saya tahu rute jalan itu daaaan keluarnya ada di stopan. Bingung kembali??? Lurus tetap diperboden @.@ filling ingin ke kanan, akhirnya belok kanan, aga tenang ketika melihat pemberitahuan lurus itu ke tega lega ... ??? Selintas khawatir salah jalan. Alhamdulillaah. Meskipun lumayan aga menyita waktu sedikit.

Saya lanjutkan perjalanan, beli makanan dulu di buah batu alhamdulillaah sudah buka jam 05.30. Harapan masih keburu sholat id ditempat tinggal, Ciparay. Bissmillaah sedikit ngebut. Akhirnya sampai rumah.. alhamdulillah punya wudhu, kemas-kemas mukena dan sajadah ... berangkaat sendirii :( ..... alhamdulillaah tepat waktu. Sampai jam 06.07 dan ketika menuju masjid agung, di jalan bertemu saudara akhirnya bareng deh. Alhamdilillaah ^-^

Perjalanan dak dik duk deg deg deg ....

Pelajaran untuk saya, ketika bepergian dan bertepanan dengan hari raya atau acara besar perhatikan jalan yang biasanya diperboden,. Pastikan sebelum berangkan cek kondisi kendaraan, bensin. Jangan sampai kehabisan bensin ketika muter-muter cari jalan keluar.

Keep Bissmillaah ^-^

Jumat, 03 Oktober 2014

IBU

Susah untuk dijelaskan
Wajar jika marah, wajar jika negur,
Ibu negur lewat teladan, Menyuruh dengan contoh
Wajar jika hati ini tak tega,
Ibu kadang aku acuh..

Satu, jangan kecewakan kepercayaannya
Jika dipanggil segera datang.
Jika disuruh kasih kabar kembali.
Jika pergi, kabari ketika sampai.
Informasi tentang anaknya datang tidak dari orang lain tapi langsung disampaikan.
Pahit manis harus dikabarkan dan disampaikan.
Tidak mengganggunya ketika istirahat.

Ibu ... engkau begitu sabarnya
Tidak pernah mengeluh pekejaan rumah, walau sibuk dari pagi hingga petang.
Anak-anak kadang acuh, cuek, easy going,
Dengan tulus ikhlas, seharusnya pekerjaan anak, ibu yang kerjakan bahkan semua.
tapi sebaliknya .... anak terbiasa disuruh baru dikerjakan. Tanpa disuruh entah kapan selesainya.
Apakah engkau marah??
Tidak. Dengan tenang ibu menjawab, semua punya aktifitas masing-masing, sudah capek jangan ditambah cape dengan marah-marah. Malah akan rugi... yaa allah

Mungkin pernah terlihat marah, itu karena memang kesalahan kita sebagai anak.
Susah dibangunkan, mandi lama, menunggu lama, ditinggal pergi rombongan, becanda dengan adik sampai keterlaluan dikiranya, disuruh ikut kumpul keluarga tapi tidak datang, perampungan skripsi supaya cepat kelar, disuruh sholat.

Raut wajah nampak jelas semakin tua, 
Lekukan tulang pipi sekarang tampak, rambut perak sudah mulai terlihat banyak.
Keadaan sakin namun tidak pernah mengeluh kepada manusia.
Makan obat sendiri, tidak mau dimanjakan.

Terlihat nyaman ketika bermunajat kepada-Mu Yaa Rabb.
Terdengar isak tangis menahan sedih yang disembunyikan.
Terdengar suara parau yang beliau curhatkan kepada-Mu.
Terdengar bisik-bisik do'a yang beliau panjatkan.
Terdengar tidak jelas suara menahan sakit yang dirasakan.
Terdengar untaian kalimat-kalimat Rabbaniayah yang membasahi bibirnya.
Ditemani sepertiga malam-Mu air mata ibu menjadi saksi.

Satu persatu yang jatuh sakit.
Satu persatu jua yang bangun dari sakitnya
Sungguh Allah menyediakan alasan dan hikmah yang tidak diketahui hambanya.

Nikmat sehat... tidak asing didengar
Rasa syukur kadang terbata dimulut
Rasa sabar kadang hati masih mengeja
Padahal sudah jelas, ibrahim 7
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kepadamu..."

Yaa Rabb sehatkan ibu...
Berilah kesabaran, keikhlasan, tawakal untuknya.
Angkat penyakitnya, semoga sakitnya menjadi ladang pahala dan penggugur dosa.
Engkau Yang Maha Menyembuhkan penyakit yaa Rabb. Berilah kami petunjuk-Mu
Berilah kami kesehatan lahir dan batin.
Kesehatan full barakah.
Menjadikan kami semua orang-orang yang pandai bersyukur dan bersabar. Aamiin

Esok 9 Dzulhijjah atau 10 Dzulhijjah ?_?

Perbedaan pendapat dikalangan masyarakat sudah biasa, perbedaan dalam hal apa saja ? Ketika penentuan hari raya biasanya .... astagfirulloh... Kita memiliki ulil amri, para ahli disetiap bidang, mentri-mentri agama yang berkompeten. Namun tetap saja ada 2 versi #.#

Tidak hanya Idul Fitri, kali ini Idul Adha pun ada 2 versi. Diawali dari shaum Arafah yang 2 versi juga. Berbeda-beda seperti pelangi namun tetap indah. ^_^  semoga Allah melapangkan hati-hati kita serta menjadikan diri kita memiliki qolbun salim. Menerima perbedaan, tidak ngotot dengan pilihannya karena tiap versi mempunyai pendapat yang kuat, semoga makin legowo, perbedaan itu fitrah. n_n

Membumikan Sikap Tabayyun

Judul diatas tidak asing ditelinga kita, mengingatkan saya akan urgernsi tabayyun.

Dari aspek bahasa, kata tabayyun memiliki 3 pengertian yang berdekatan seperti berikut:

1)        Mencari kejelasan suatu masalah hingga tersingkap dengan jelas kondisi yang sebenarnya.
2)        Mempertegas hakikat sesuatu.

3)        Berhati-hati terhadap sesuatu dan tidak tergesa-gesa.

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ (الحجرات : 6)

Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Qs. Al Hujurat: 6)

Fenomena kejadian di sekolah membuat saya teringat pentingnya tabayyun yang selalu diutamakan ketika ada permasalah di kampus ketika aktif di ldk. Ada saja kesalah fahaman menimbulkan tidak nyaman dalam wadah apalagi instansi.
Tabayyun harus dimasyarakatkan, di perkenalkan kepada orang-orang terdekat kita, sering kali pembicaraan beredar luas dan multitafsir.
Maka jika sudah seperti itu, alangkah baiknya kumpulkan yang bersangkutan, jangan selalu jadi pendengar kesekian, karena biasanya ada kata-kata tambahan atau pengurangan yang tidak lagi sampai maksud aslinya apalagi perkara permasalahan antar individu. Cek &croscek dari sumbernya sangat penting supaya tidak timbul su'udzan dan fitnah.

In syaa allah semoga kita termasuk orang-orang yang selalu mentabayyunkan setiap permasalahan/info yang datang dan selalu mengembalikan semua perkara kembali kepada Allah.

SEMAKIN ISTIKHARAH


Bissmillaah

Subhanallah, alhamdulillaah.. perkara istikharah, melibatkan Allah dalam hal apa pun termasuk ketika dalam proses ta'aruf menuju pernikahan. Teringat akan kutipan., tidak akan rugi orang yang istikharah. Jawaban demi jawaban mulai tampak, tidak terduga sebelumnya, semua terasa cepat dan dipercepat... alhamdulillaah lancar tiap prosesnya. Berkahilah Yaa Rabb... jangan melambat-lambatkankan proses ta'aruf, ulur dan diulur... khawatir banyak madhorotnya. Jika semuanya sudah jelas, kedua keluarga sudah saling kenal... tinggal menentukan jadwal segerakan datangi pihak keluarga perempuan. In syaa allah jika perempuan faham ada laki-laki yang mempunyai niat baik pasti akan diberi kesempatan untuk mengenalnya. Jika laki-laki itu sholeh, baik agamanya, baik keluarganya. In syaa allah pihak keluarga perempuan akan membukakan.
Selalu ikatkan terus hati dengan allah,

BICARA TENTANG JODOH

Kultwit: Bicara tentang jodoh
oleh Ust. Fauzil Adhim

1. "Saya telah temukan jodoh saya, tapi belum bisa menikah karena masih kuliah." | Bro, itu bukan jodoh selagi belum terikat pernikahan.

2. "Apa yang harus saya lakukan untuk mengikat jodoh saya agar tidak menjadi jodoh orang lain?" | Gawat. Anak orang jangan diikat, Bro.

3. Wah, sepertinya perlu ada install ulang pemahaman tentang jodoh. Kita tertarik sama seseorang, bukan berarti menemukan jodoh kita.

4. "Afwan, ane sudah punya azzam untuk menikah dengan jodoh ane." | Sebelum ijab-qabul, kita tak dapat memastikan dia jodoh kita.

5. Bahkan semenit sebelum ijab-qabul, masih sangat mungkin takdir berkata lain. Sudah khitbah bukan berarti dia telah halal buat ente.

6. Apalagi kalau baru mengincar, apa pun istilahnya: azzam, komitmen, dll. Sama sekali belum dapat dibilang jodoh. Masih jauh....

7. " Apa yang harus ane lakukan untuk menjaga dia agar tak diambil orang?" | Ya, nikah segera. Sebelum nikah, walinya yang punya hak.

8. "Tapi ane sangat yakin dia jodoh ane." | Kalau memang jodoh, pasti akan ketemu. Kenapa bingung? Menikahlah dengan jalan yang barakah.

9. "Saya sudah mantap dia yang akan jadi jodoh saya karena saya sudah mimpi beberapa kali ketemu dia?" | Mimpi yang benar atau أضغاث أحلام?

10. Jika itu mimpi yang benar, jangan kotori dengan menunda-nunda dan mengangan-angankan dia. Pastikan dengan melamarnya. Segerakan nikah.

11. Atau jangan-jangan itu mimpi yang kosong alias dusta (أضغاث أحلام). Ente mimpi karena sering membayangkan atau pikirkan dia siang malam.

12. "Bagaimana agar Allah takdirkan orang yang saya sukai sebagai jodoh terbaik saya?" | Aduh, cita-cita rendah banget? Minta yang terbaik.

13. Yang menurut ente terbaik, boleh jadi terburuk. Lagipula, kok bisa-bisanya sih ente merasa lebih tahu dibanding Allah Yang Maha Tahu?

14. "Apa amalan yang sebaiknya saya baca agar cepat dapat jodoh?" | Belajarlah ridha terhadap takdir Allah. Yang terpenting bukan cepatnya.

15. Jodoh cepat datang tapi tidak barakah, hanya airmata yang menghiasi rumah-tangga. Segerakan, tapi jangan tergesa-gesa.

16. "Saya ingin amalan biar kalau jodohnya lambat, jadi cepat. Kalau Allah nggak takdirkan dapat jodoh, bisa dapat jodoh. Berapa kali >>

17. >> saya harus baca shalawat tiap hari? Apa saja yang dapat saya lakukan untuk percepatan jodoh?" | Astaghfirullah. Buruk sekali sikap >>

18. >> kita terhadap Allah Ta'ala. Memangnya ente kira bisa suap Allah Ta'ala? Memangnya ente kira Imam Nawawi rahimahullah kurang ibadah >>

19. >> dan jarang baca shalawat sehingga tak bertemu jodoh sampai beliau meninggal? Jangan begitu. Sungguh, jangan begitu.

20. Ente yakin Islam ini sempurna? Ikuti yang jelas petunjuknya! Ada nash yang kuat. Itu garansi kalau benar-benar dari ajaran Islam.

21. Ente yakin Allah Ta'ala Maha Bijaksana? Belajarlah bertawakkal. Belajarlah ridha kepada ketentuan Allah subhanahu wa ta'ala.

22. Jangan jadikan diri sendiri sebagai ukuran baik tidaknya sesuatu. Padahal kita sangat tidak tahu apa yang sungguh-sungguh terbaik.

23. "Apa yang harus saya amalkan tiap hari agar jodoh datang pada waktu yang saya inginkan dan punya anak sesuai waktu yang saya harapkan?"

24. Baca Al-Qur'an. Baca! Kapan Allah Ta'ala anugerahkan putera bernama Yahya kepada Nabi Zakariya? Lambat punya anak, tapi penuh barakah,

25. Lagipula, Allah Ta'ala yang mengikuti kita atau kita yang harus tunduk kepada Allah Ta'ala sepenuh hati sepenuh jiwa? Renungi deh....

26. Banyak-banyaklah berdo'a. Yakin kepada Allah Ta'ala. Pasrah kepada-Nya. Tapi jangan melampaui batas dalam berdo'a

Rabu, 01 Oktober 2014

Pertemuan ke dua

Bissmillaahirrahmanirrahiim

Pertemuan kedua dengannya Selasa, 30 sep 2014, kemarin selasa juga. (Baru ngeuh)

Sebelumnya itu, ketika pertama kali diprtemukan hari selasa 23 sept 2014 dan saya mengusahakan tidak menghindar seperti biasanya haha (pengalaman sebelumnya jangan dicontoh harusnya hadapi) dulu mungkin karena belum siap dan bukan takdir untuk dipertemukan..  alhamdulillah kesan awal baik. Pertemuan pertama dan kedua terkesan cepat.
Malahan sebelumnya saya bilang kasih waktu 1 pekan untuk istikharah dan ternyata belum satu pekan alhamdulillah dia berani bertemu orang tua didampingi suami guru di tempat kerjaku yang mepertemukan kami.

Subhanallah, alhamdulillaah..
Kanget pisan... tidak direncanakan, tiba-telfon ada diluar. Saya kira Bu Nur dan suaminya ada yang mau dibicarakan.
Di rumah bareng adik dan saudara sedang kerjakan tugas. Ok saya hadapi .. mencoba menenangkan, menguasai diri, bissmillaah. Obrolan ringan sambil menunggu bapa pulang dari masjid, alhamdulillaah akhirnya bertemu bapa setelah menunggu sekitar 40 menit lebih munhkin :D hapunten.

Penghargaanku, dia berani bertemu orang tuaku (y) dalam rangka silaturrahim. :)

Hatur nuhun. Hapunten panampianna bilih teu nyugemakeun.

Bissmillah untuk proses berikutnya :)
Allohumma baariklana.
Bimbing selalu Yaa Rabb